==*==

----- Seorang optimis berpikir bahwa inilah kemungkinan yang terbaik di dunia, sementara seorang pesimis sudah tahu bahwa memang demikianlah adanya. (J. Robert Oppenheimer) ----- Sains menjawab pertanyaan “ mengapa?”, dan seni menjawab pertanyaan “mengapa tidak?”(Sol Le Witt) ----- Semangat-semangat yang luar biasa selalu menghadapi pertentangan sempit dari pikiran-pikiran tanggung. (Albert Einstein) ----- Dalam sains hanya ada ilmu fisika; selebihnya ibarat koleksi perangko saja. (Ernest Rutherford) -----Sains tanpa agama itu timpang; agama tanpa sains itu buta. (Albert Einstein) -----Fisika merupakan suatu bentuk cara pandang, dan karena itu juga merupakan bentuk seni. (David Bohm) -----Gunakanlah cahaya dalam dirimu untuk meraih pandangan yang jernih. (Lou Tzu ----- Suatu hal yang tak terpahamitentang dunia adalah bahwa dunis begitu mudah dipahami. (Albert Einstein) ----- Aku dengar dan aku lupa, aku lihat dan aku ingat, aku lakukan dan aku pahami. (pepatah Cina) ----- Jika kamu bukan bagian dari pemecahan masalah, maka kamu adalah bagian dari pembuat masalah. (Steven Wright) ----- Halus sikap Tuhan, tapi tidak memendam kebencian. (Albert Einstein) ----- Seorang pakar adalah seorang yang telah melakukan segala kesalahan yang bisa terjadi dalam suatu bidang sempit. (Neils Bohr) ----- Tragedi besar dalam sains: Pembunuhan sebuah hipotesis yang indah oleh sebuah fakta yang buruk. (Thomas Henry Huxley) ----- Seorang ilmuwan tidak mempelajari alam hanya karena alam itu bermanfaat; dia mempelajari alam karena dia menyukainya, dan dia menyukainya karena alam itu indah. Jika alam tidak indah, maka tidak cukup berharga untuk dikenal, dan jika alam tidak layak untuk dikenal, maka kehidupan ini tidak layak untuk dijalani. (Henri Poincare) -----Alam semesta sesungguhnya sangat lebih menarik daripada alam semesta fiksi sains. (Lawrence M. Krauss)

Eureka, Eureka dan Archimedes

Unik-1001. Ini adalah sebuah kisah unik tentang penemuan metode untuk mengukur volume benda yang tak beraturan oleh seorang ahli matematika, Archimedes.

Archimedes adalah seorang ilmuwan yang hidup sezaman dengan Raja Hiero, seorang raja dari Syracuse Yunani, di sekitar abad ke-3 SM. Raja Hiero yang merasa kurang percaya dengan tukang emas pembuat mahkota kerajaannya menugaskan Archimedes untuk menyelidiki apakah mahkota kerajaan yang dipesannya dari si tukang emas benar-benar asli emas atau telah dicampur dengan logam lain seperti perak.

Archimedes yang sama sekali tidak terpikir bagaimana cara mengukur volume benda tak beraturan tentu saja pusing kepala dibuatnya. Ia memang seorang ahli matematika, dan sudah seringkali berkutat dengan rumus-rumus untuk menghitung volume benda-benda seperti tabung, bola, kubus, balok, atau prisma. Tetapi, untuk mengukur benda yang bentuknya tak beraturan yang tak dapat diukur dimensi luas dan tinggi sisi-sisinya ia sama sekali tak tau. Pada zaman Archimedes hidup, telah ditemukan konsep massa jenis, yang diperoleh dari pembagian massa benda dengan volume benda. Ia dengan mudah dapat mengukur massa mahkota kerajaan, tetapi tidak dapat mengukur volume mahkota. Di sinilah kendalanya.

Ia mencoba menenangkan diri dengan pergi ke sebuah pemandian umum (hammam). Saat ia mulai masuk ke dalam bak pemandian, ia akhirnya langsung mendapatkan ilham tentang bagaimana mengukur volume sebuah benda yang tak beraturan. Ia menceburkan diri ke dalam bak pemandian yang airnya terisi penuh hingga ke bibir bak. Dan, pada saat ia bercebur itu, air melimpah ke luar. Ia langsung terkaget-kaget dan berteriak "Eureka, Eureka!", yang artinya "Aku menemukannya, aku menemukannya!". Tanpa sadar ia berlarian telanjang keluar dari pemandian umum tersebut dan berteriak-teriak kegirangan di sepanjang jalan kota Syracuse.

Yah, Archimedes yakin, ia akan dapat menentukan apakah si tukang emas pembuat mahkota telah mencurangi Raja Hiero. Dengan mencelupkan seluruh mahkota ke dalam wadah berisi penuh air, dan kemudian menakar seberapa banyak volume air yang tumpah, maka ia akan mendapatkan angka yang sama untuk volume mahkota kerajaan. Tentu saja dengan demikian, ia dapat menghitung massa jenis mahkota kerajaan setelah membadi massa dengan volumenya. Ternyata cara pemecahan masalahnya sedemikian sederhana dan ditemukannya dengan suatu kebetulan yang tak terduga.

Walhasil, setelah mahkota kerajaan dihitung massa jenisnya, diketahuilah bahwa mahkota kerajaan tersebut memang tidak seluruhnya terbuat dari emas. Tukang emas pembuat mahkota telah mencurangi Raja Hiero. Akhirnya, Archimedes mendapatkan penghargaan dari Sang Raja Hiero, dan si tukang emas pembuat mahkota di hukum mati.

0 comments:

Post a Comment