Unik-1001. Arkeolog mungkin merupakan salah satu profesi yang cukup unik. Tapi tahukah anda bagaimana seorang arkeolog bekerja? Seorang arkeolog tidak selalu menemukan apa yang diperlukannya untuk membuat gambaran utuh tentang suatu masyarakat atau cara hidup mereka di masa lampau. Arkeolog hanya dapat menemukan apa yang ditinggalkan, biasanya berupa benda-benda keseharian seperti puing-puing rumah, perkakas, perhiasan, peralatan makan-minum, peralatan memasak, tulang belulang hewan yang telah diburu dan dimakan. Sebenarnya banyak sekali benda-benda penting lain seperti benda yang terbuat dari kulit, kayu, pakaian, wol, atau jerami sangat mudah lapuk dan rusak, sehingga sama sekali sering tak ada jejak.
Para arkeolog, walaupun demikian, kadang-kadang masih dapat memberikan informasi yang cukup jelas kepada kita tentang suatu peradaban di masa lalu. Seorang arkeolog terlebih dahulu, misalnya mencari informasi tentang urutan kota-kota yang pernah berdiri di suatu tempat, lalu kota-kota yang lebih baru yang dibangun di atas puing-puing kota sebelumnya. Arkeolog harus menyelidiki asal dari tiap benda temuannya. Biasanya dapat dilihat dari lapisan tanah yang digali. Makin dalam lapisan, tentu makin tua umurnya. Ia juga dapat menyelidiki suatu benda yang berasal dari makhlukhidup, seperti kayu atau tulang dengan mengukur karbon radioaktif yang terdapat di dalam benda itu. Dengan cara ini, para arkeolog menentukan umur jasad organik.
Benda-benda yang ditemukan oleh seorang arkeolog biasanya akan difoto, diukur, diberi label, dan sebagainya. Pokoknya, data dengan serinci-rincinya dicatat. Bila benda temuan berasal dari sebuah situs dari jaman sejarah (bukan prasejarah), maka arkeolog akan menyelidiki tulisan kuno yang digunakan pada masa itu. Seorang arkeolog harus bisa bekerjasama dengan peneliti lain, misalnya para ahli dari bidang geologi, ahli tumbuhan, dan ahli hewan. Semua bekerja sama menganalisis data agar dapat ditarik suatu kesimpulan tentang apa yang telah mereka temukan.Adalah suatu hal yang lumrah, bila seorang arkeolog baru dapat mempublikasikan hasil penelitiannya terhadap suatu situs dalam jangka waktu bertahun-tahun.
![]() |
| Sebuah situs purbakala ditemukan di Mesir, dan penggalian sisa-sisa peradaban jaman lalupun menjadi cara untuk mengurai informasi tentang masa itu |
Para arkeolog, walaupun demikian, kadang-kadang masih dapat memberikan informasi yang cukup jelas kepada kita tentang suatu peradaban di masa lalu. Seorang arkeolog terlebih dahulu, misalnya mencari informasi tentang urutan kota-kota yang pernah berdiri di suatu tempat, lalu kota-kota yang lebih baru yang dibangun di atas puing-puing kota sebelumnya. Arkeolog harus menyelidiki asal dari tiap benda temuannya. Biasanya dapat dilihat dari lapisan tanah yang digali. Makin dalam lapisan, tentu makin tua umurnya. Ia juga dapat menyelidiki suatu benda yang berasal dari makhlukhidup, seperti kayu atau tulang dengan mengukur karbon radioaktif yang terdapat di dalam benda itu. Dengan cara ini, para arkeolog menentukan umur jasad organik.
Benda-benda yang ditemukan oleh seorang arkeolog biasanya akan difoto, diukur, diberi label, dan sebagainya. Pokoknya, data dengan serinci-rincinya dicatat. Bila benda temuan berasal dari sebuah situs dari jaman sejarah (bukan prasejarah), maka arkeolog akan menyelidiki tulisan kuno yang digunakan pada masa itu. Seorang arkeolog harus bisa bekerjasama dengan peneliti lain, misalnya para ahli dari bidang geologi, ahli tumbuhan, dan ahli hewan. Semua bekerja sama menganalisis data agar dapat ditarik suatu kesimpulan tentang apa yang telah mereka temukan.Adalah suatu hal yang lumrah, bila seorang arkeolog baru dapat mempublikasikan hasil penelitiannya terhadap suatu situs dalam jangka waktu bertahun-tahun.

0 comments:
Post a Comment